Semarang, IDNEWS
Alun-alun Tambakboyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah gempar dengan penampilan drumband anak TK ABA 01 Gamblok Ambarawa dan gerak lagu grup wali siswa. Acara tersebut digelar dalam rangka milad ke 55 TK ABA Gamblok, Minggu 18 Februari 2024.
Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ambarawa Waryunah Irmawati mengatakan, kegiatan pembelajaran di TK ABA tidak terbatas pada kurikulum pendidikan PAUD saja tetapi juga dikembangkan untuk mengarahkan bakat dan ketrampilan anak dan mengenalkan lingkungan.
"Kegiatan tidak hanya berdasarkan pada kurikulum tetapi juga diminta dukungan wali murid agar pembelajaran lebih menyentuh kehidupan lingkungan dan belajar bermasyarakat atau kegiatan sosial", ujarnya.
Prestasi siswa dibidang seni drumband cukup menggembirakan. Demikian pula peran wali siswa terwujud dalam penampilan grup gerak dan lagu menampilkan irama klasik Jawa hingga memeriahkan suasana alun alun Ambarawa.
Pengenalan berMuhammadiyah dilakukan dengan mengajak bertepuk dengan ungkapan jawaban anak "ibuku aisyiyah, ayahku muhammadiyah, abangku Pemuda Muhammadiyah".
Ketua PDA Kabupaten Semarang Siti Asrotul Mahmudah mengapresiasi acara milad ke 55 TK ABA Gamblok sebagai sebuah prestasi gemilang meluluskan anak- anak.
Kegiatan milad juga didukung cek kesehatan gratis, laboratorium darah khusus nya pemeriksaan gula darah dari tim medis Puskesmas Ambarawa. Juga dibagikan bingkisan berupa paket sembako bagi warga yang kurang beruntung.
Ketua IGABA (Ikatan Guru ABA) Semarang juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan visi pendidikan di TK ABA Gamblok yang inklusif di Indonesia dimana setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.
TK ABA 01 Ambarawa tampaknya menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat di Kabupaten Semarang, khususnya di Kecamatan Ambarawa dan desa-desa sekitarnya.
"Penting untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya menekankan pengetahuan, tetapi juga menghargai aspek-aspek luar biasa yang dimiliki setiap individu. Dengan demikian siswa kaya dalam pengetahuan dan keterampilan luar biasa yang penting untuk diperjuangkan dalam pendidikan", tandasnya.
Ketua PDM Kabupaten Semarang Saerozi menyampaikan, milad ke-55, itu artinya alumni dari TK ini sekarang usianya minimal sudah 58 tahun. Artinya itu berarti sudah ada cucu, bahkan ada yang sudah punya buyut, dan buyutnya itu mungkin juga disekolahkan di TK ABA ini.
"Saya yang belum tahu berapa jumlah alumni-nya pada 55 tahun selama ini, coba dicatat lagi kemudian harus ada tulisan sejarah Katumba, ditulis itu dan dimasukkan ke web site sehingga tersebar ke seluruh dunia dengan 3 bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris", saran Saerozi.
Ia juga berpesan bagaimana agar anak-anak TK ABA beragamanya baik, dan bernegaranya baik, berislamnya juga baik dan mendalam. Ketiganya harus dalam proporsi yang seimbang. (Willis Sanjaya)
Tags
Pendidikan